Ketahui Tahapan Pengecatan Cat Epoxy Lantai

pengecatan epoxy lantai

Pengecatan Cat Epoxy Lantai

 

Pengecatan Epoxy Lantai –  Cat epoxy sendiri sebenarnya adalah sebuah cat khusus yang merupakan campuran dari beberapa bahan seperti resin dan hardener yang berguna untuk membuat sebuah lapisan pelindung tipis bagi lantai.  Cat epoxy biasanya akan diaplikasikan pada lantai beton untuk menciptakan sebuah ketahanan yang kerap, tahan terhadap air, tanah, dan berbagai bahan kimia lainnya.

Tak hanya sebagai pelindung, cat epoxy juga berguna untuk menciptakan kesan mengkilap pada lantai, sehingga membuat lantai semakin terlihat lebih bersih, lebih indah serta lebih elegan untuk dipandang mata.,

Contoh paling mudah pengaplikasian cat epoxy pada lantai, bisa Anda lihat di berbagai lantai gedung perbelanjaan atau mall, rumah sakit, ruangan pameran, studio tv, dan lain sebagainya.

 

 

7 Langkah Proses Pengecatan Epoxy Lantai

Panduan di bawah ini adalah ringkasan langkah-langkah yang diperlukan tentang bagaimana menerapkan cata epoxy lantai. Yuk simak penjelasan lengkapnya dibawah ini:

epoxy flaoor

 

Siapkan Permukaan Lantai

Langkah 1. Siapkan permukaan. Persiapan substrat diperlukan untuk memastikan adhesi antara produk epoksi dan substrat. Metode yang sesuai adalah pengamplasan atau diamond-grinding. Setiap permukaan yang telah terkontaminasi dengan minyak mungkin juga memerlukan pembersihan kimia.

 

Persiapkan permukaan dengan penggiling lantai permukaan yang sesuai

Langkah 2. Menyapu dan membersihkan lantai. Gunakan vakum industri yang mengambil partikel debu kecil sekalipun. Lantai harus dibersihkan dari semua debu dan residu sebelum mulai  proses pengecatan. Jika tidak, Anda akan memiliki berbagai partikel yang terjebak dalam mantel dan adhesi akan secara signifikan melemah.

 

Priming and Filling

Langkah 3. Perdana lantai dengan primer epoxy yang sesuai. Selalu prima di lantai, jangan percaya klaim bahwa priming tidak diperlukan. Priming akan memberi lantai lebih lama dan adhesi lebih baik ke substrat. Selanjutnya akan menutup substrat sehingga menghilangkan risiko gelembung dan gas. Priming juga membantu mengurangi jumlah produk yang akan dibutuhkan pada tahap selanjutnya. Pastikan area tersebut berventilasi dengan baik. Adalah umum untuk melapisi dua lapisan primer agar bisa menyegel lantai dengan benar. Gunakan mixer listrik yang tepat untuk mencampur komponen A dan B primer.

 

Priming permukaan dengan epoxy primer

Langkah 4. Isi semua celah, lubang dll dengan epoxy grout. (Langkah ini juga bisa terjadi sebelum priming jika Anda mau) Untuk retakan tipis mungkin perlu mengirisnya dengan pemotong berlian sebelum mengisi untuk memperbaiki penahan grout.

 

Menerapkan lapisan epoxy floor

Langkah 5. Aplikasi lapisan pertama cat epoksi. Kosongkan semua isi pengeras pada komponen A. Gunakan mixer listrik dan mix minimal selama dua menit. Jangan berhemat pada pencampuran! Langkah ini sangat penting.

 

Pencampuran yang tepat dari kedua komponen cat epoxy sangat penting

Langkah 6. Terapkan produk dengan roller. Gunakan rol berkualitas baik, karena rol berkualitas buruk mungkin mulai tumpah. Anda harus bisa kembali melapisi setelah 24 jam. Keesokan harinya Anda mungkin melihat berbagai masalah yang muncul seperti retakan, lubang, dll. Pastikan semua ini sudah disegel sebelum memulai mantel berikutnya. Anda mungkin juga perlu menyiram permukaan yang tidak rata yang muncul setelah lapisan pertama. Jika perlu tunggu ekstra kering agar nat mengering sebelum dioleskan ulang.

 

Lapisan pertama pelapis lantai epoxy

Langkah 7 Terapkan lapisan terakhir. Sebelum menempatkan mantel akhir pastikan semua lubang dan retakan telah terisi, dan semua debu telah terkumpul. Jika tidak, Anda akan mendapatkan tekstur jelek di permukaan akhir. Ingat sebagian besar produk epoksi memiliki umur pot sekitar 40 menit (atau kurang) sehingga hanya mencampur satu ember sekaligus dan segera bekerja.

cat epoxy

Dan agar pengecatan epoxy lantai menjadi lebih maksimal, berikut kami akan membagikan bagaimana petunjuk dan cara penggunaan yang tepat, antara lain:

  1. Pastikan lantai yang akan dilapisi cat epoxy memiliki kekuatan sekitar 225 kg/cm2 seperti beton, dan skema tulangan juga harus di rancang oleh para perencana struktur.
  2. Lantai yang kuat tadi harus dapat menerima tekanan beban yang berat, tanpa terjadinya dampak tertentu pada lantai.
  3. Lantai baru bisa dilapisi cat epoxy jika sudah berumur 28 hari setelah pembuatan, dan memiliki jumlah kelembaban tidak lebih dari 80% RH ketika hendak dimulai pengaplikasiannya. ]
  4. Untuk lantai dengan kondisi langsung diatas tanah, maka sangat dianjurkan untuk dilapisi terlebih dahulu oleh sebuah lapisan anti uap air atau water vapour barrier.
  5. Pengecoran lantai pun harus melalui proses perataan terlebih dahulu dengan menggunakan berbagai peralatan yang memadai. Tak hanya pemerataan, ketinggiannya juga harus diperhatikan menggunakan alat ukur yang baik, sehingga semuanya sesuai dengan rencana awal.
  6. Lantai harus memiliki permukaan yang halus, tidak memiliki gelombang, serta tidak kasar.
  7. Cobalah untuk membersihkan kotoran lantai seperti minyak, oli, ataupun pasta, dengan menggunakan cairan sabun dan air.
  8. Setelah melalui proses tersebut diatas, maka lantai harus dikeringkan terlebih dahulu selama 2 hari, sebelum akhirnya dilapisi oleh cat epoxy.
  9. Pastikan juga bahwa beton terbebas dari debu
  10. Untuk proses awal pengecatan epoxy lantai bisa menggunakan epoxy primer terlebih dahulu dengan menggunakan roller ataupun disemprot dengan menggunakan tekanan udara.
  11. Biarkan lapisan primer tersebut kering terlebih dahulu selama 12 jam.
  12. Setelah kering, kemudian lapisi dengan base epoxy coat, kemudian body coate, dan top coate secara bertahap
  13. Pergunakan roller dengan kualitas yang baik, dimana bulu bulunya tidak akan rontok ketika digunakan.
  14. Proses pelapisan hendaknya dilakukan sebanyak 2 kali, dengan metode saling silang.
  15. Ketika proses pelapisan pun, kebersihan lantai juga harus diperhatikan. Mulai dari debu, serangga, dan kotoran lainnya harus segera dibersihkan dengan cepat dan kemudian dilapisi kembali.
  16. Pastikan pintu dan jendela terbuka saat proses pengerjaan, karena bila terhirup dalam keadaan ruangan tertutup akan berbahaya bagi para pekerja.
  17. Tidak dibenarkan sama sekali melakukan pencampuran dan pelapisan sambil merokok
  18. Setiap selesai melakukan pelapisan cat, lantai tidak boleh dilewati oleh orang sama sekali ataupun gerobak, dan kendaraan dalam ruangan lainnya, hingga 12 jam
  19. Jika sudah lewat 12 jam, maka orang diizinkan lewat, tapi tanpa menggunakan sepatu dan harus melangkah dengan sangat hati-hati.
  20. Kendaraan indoor ataupun gerobak, handpallet, atau lainnya baru boleh melewati jika sudah 7 hari setelah pelapisan terakhir.

Tahap Pengecatan Epoxy Lantai

pengecetan epoxy lantai

Jika sebelumnya telah diperkenalkan mengenai cat epoxy lantai dan jenisnya. Pada kesempatan kali ini, Anda akan dijelaskan mengenai proses pengerjaan pengecatan epoxy lantai sampai kepada hasil lantai yang rapi, bersih, dan indah. Dalam proses pengecatan, terdapat beberapa tahapan, yaitu

 

  1. Proses Grinding

Tahap yang pertama adalah tahap grinding. Tahap grinding ini adalah tahap pembukaan pori-pori lantai atau pengupasan cat epoxy lantai yang lama. Hal ini dilakukan agar lapisan cat lebih mudah terserap. Tak hanya itu, dengan membuka pori-pori lantai, membuat noda bekas minyak ataupun debu yang sudah lama tertumpuk dan mengeras bisa terbuang juga. Dalam tahap ini, perlu diketahui bahwa tidak disarankan untuk melakukan grinding dengan Hcl karena akan menyebabkan lantai beton menjadi rapuh dikarenakan korosi yang ditimbulkan zat asam dalam kandungannya.

 

  1. Proses Premier

Setelah tahap grinding dengan pengupasan cat epoxy yang lama, maka berikutnya dapat dilakukan tahap premier. Tahap premier sering juga disebut sebagai under coat process atau bisa dikatakan juga sebagai tahap pelapisan pondasi awal, yang merupakan lapisan cat pertama yang digunakan pada lantai beton. Tahap premier ini bertujuan untuk memasukkan lapisan cat kedalam pori-pori lantai dan merekatkan antara cat epoxy lantai dengan lantai beton. Perekat antara epoxy dengan lantai beton ini terdiri dari dua komponen, yaitu cat epoxy lantai dengan floor hardener yang difungsikan untuk memperkuat permukaan lantai beton terhadap gesekan. Selain itu, dalam proses premier juga terkadang terjadi pemberian warna agar terlihat bagus dan menarik, dan pemasangan epoxy mortar sebagai anti bocor.

 

  1. Proses Body Coat

Body coat adalah cara pendempulan pada proses pekerjaan epoxy  yang terdiri dari dua komponen, yaitu epoxy dan polyamed, ditambah dengan talk atau silica sand yang berfungsi menutup lubang-lubang kecil dan keretakan pada lantai beton atau dinding. Pendempulan diaplikasikan dengan scrap atau raskam.

 

  1. Proses Top Coat

Setelah body coat diaplikasikan pada lantai menggunakan raskam, kemudian diratakan dengan spek rool sisir bergigi, maka berikutnya dapat dilakukan proses finishing. Tahap akhir ini dilakukan dengan melapisi lantai menggunakan Top Coat, yang berguna untuk mendapatkan ketebalan epoxy yang sesuai dengan yang diinginkan. Top coat diaplikasikan dengan roller, semprot, atau kuas. Untuk pekerjaan epoxy coating membutuhkan waktu pengeringan hingga kering sempurna selama antara 8 jam sampai 16 jam.

 

Itulah tahap-tahap pengerjaan pengecatan epoxy lantai agar menghasilkan keindahan dan kebersihan lantai Anda.  Namun, perlu diingat, melakukan pengecatan epoxy lantai ini dibutuhkan orang-orang yang ahli di bidangnya. Jasa epoxy lantai dari hargaepoxy.com mampu menyediakan orang-orang yang ahli di bidangnya dalam mewujudkan permukaan lantai yang rapi, bersih, dan indah dalam waktu singkat untuk Anda.

Itulah tadi beberapa informasi singkat tentang petunjuk dan cara pengecatan epoxy lantai yang benar. Temukan juga produk epoxy berkualitas serta informasi lainnya tentang cat epoxy, di website www.wahanaepoxy.com

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *